Pusat Peringatan Dini Tsunami Nasional »

Operasional InaTEWS


Gambar 25. Gedung Pusat Operasional InaTEWS

Tsunami Warning Center (InaTWC) oleh BMKG akan menempati bangunan baru dimana masih dalam proses penyelesaian. Diharapkan akhir 2008 bangunan tersebut akan siap untuk menjadi pusat InaTWC, yang terletak bersebelahan dengan gedung operasional lama.

Hingga saat ini di Pusat Operasional BMKG telah terpasang beberapa fasilitas pengolahan sistem seismik dari Jerman, China, Jepang (NIED), Perancis. Sistem operasional untuk InaTEWS adalah Sistem Jerman SeiscomP, dimana prosessing real time otomatisnya telah menunjukan kerja yang bagus dan memberikan hasil yang memuaskan walaupun masih perlu dikembangkan. Sistem menjadi lebih handal karena ada fasilitas untuk penentuan oleh petugas secara interaktif online. Sistem tersebut telah ditingkatkan sehingga mampu untuk menghitung magnitude gempabumi yang sebanding dengan magnitude moment yang cocok untuk warning tsunami.

Peningkatan sistem ini telah teruji ketika terjadi gempa yang berpotensi tsunami di Baratdaya Sumatera Selatan dekat dengan kota Bengkulu. Magnitude yang dikeluarkan untuk warning adalah 7,9 SR sama dengan magnitude yang dikeluarkan oleh PTWC dan JMA beberapa menit kemudian.

Di Pusat operasional akan diinstall apa yang disebut Decision Support System (DSS), sistem ini akan mengintegrasikan semua informasi monitoring yang datang dari Seismik, GPS, Buoys dan Tide Gauges dan juga sistem simulasi dari database tsunami dan geospatial data. DSS akan memberikan rekomendasi kepada petugas on duty berupa tingkatan warning dan waktu pemberian warning. DSS akan siap operasional akhir 2008.


Gambar 26. Tata Letak Ruang Operasional InaTEWS

Decision Support System (DSS) adalah sistem untuk pimpinan petugas on duty dalam mempersiapkan Warning Tsunami. DSS memberikan info gempa, sinyal observasi (seismik, buoys, tide gauges, GPS dan simulasi) sebagai ekomedasi keputusan dan produk warning.
Keputusan itu sendiri berada ditangan manager on duty, setelah mempertimbangkan informasi dari observasi dan simulasi.

Gambaran Logika DSS

  • Saat ini keputusan gempa yang menimbulkan tsunami hanya didapat dari magnitude dan lokasi serta kedalaman gempabumi.
  • Keputusan itu sendiri kadang membutuhkan dukungan dan info detail dari berbagai informasi, simulasi tsunami dan data terkait didalam sistem DSS.
  • DSS mempunyai esensi sebagai sistem penerima informasi, data dan informasi yang diterima menjadi bahan pertimbangan dan disaat yang sama akan meneruskan hasilnya ke jaringan disseminasi.
  • Gambaran semua informasi baik data dan peta memberi bantuan operator untuk memilih informasi apa untuk area tertentu.


Gambar 27. Alur Logika Decission Support System (DSS)

DSS-GUI (Graphic User Interface) dengan 4 layar

1. Perspektif Situasi;
- Parameter Gempabumi
- Memberikan gambaran dan rujukan situasi di area bencana sekitar sumber gempa bumi.
- Memberikan gambaran penjalaran tsunami diperoleh dari database hasil modelling.
- Menunggu data dari pemantau muka laut.

2. Perspektif Observasi;
- Real Time : Seismik, GPS, Buoys, Tide Gauges
- Diharapkan menerima informasi deformasi lempeng dan tsunameter

3. Perspektif Keputusan;
Menawarkan jenis warning yang dibuat oleh sistem untuk dievaluasi oleh petugas sebelum dikirimkan

4. Perspektif Produk;
- Berisikan teks pesan warning dan klarifikasi
- Konfirmasi dan disseminasi


Gambar 28. Tampilan DSS

Perspektif Situasi

- Dalam 3 menit setelah gempabumi, peta lokasi gempabumi DSS disertai dengan simulasi tsunami
- Timeline yang dinamis bergerak sesuai waktu di panel bawah. Waktu saat ini ditandai dengan garis merah dinamis dan juga kontur merah dinamis. Batasan waktu 5 menit setelah gempa diberi tanda khusus.


Gambar 29. Situasi setelah Gempabumi yang Menimbulkan Tsunami

Perspektif Observasi

- Dengan GUI, petugas dapat melihat data real time yang masuk: Seismik, GPS, Bouys, dan Tide gauges
- Berdasarkan situasi disini, yang menampilkan kondisi obervasi untuk menentukan tindakan selanjutnya, mulai dari warning sampai akhir warning


Gambar 30. Hasil Pengamatan dari Berbagai Peralatan yang digunakan DSS

Perspektif Keputusan

- Hasil dari modeling tsunami dalam bentuk peta penjalaran dan ketinggian tsunami berdasarkan dampak yang kemungkinan terjadi
- Kriteria standar untuk penentuan jenis warning:
     - Tinggi tsunami > 3 meter menyajikan warning tsunami besar
     - Tinggi tsunami 0.5 - 3 meter menyajikan warning tsunami
     - Tinggi tsunami < 0.5 meter menyajikan pemberitahuan tsunami
- Masing-masing parameter dari monitoring (Seismik, GPS, Tide Gauge, Buoy) memberikan informasi situasi pada panel kiri dengan simbol warna


Gambar 31. Tampilan Pengambilan Keputusan


Copyright ©2014
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika