Konsep & Desain InaTEWS »

Desain InaTEWS

Sebagai ilustrasi diambil potongan melintang pulau Jawa ke arah Selatan sampai dengan Samudera India. Sumber gempa besar umumnya terletak di daerah subduksi yang merupakan pertemuan antara lempeng tektonik Samudera India dan lempeng daratan eurasia. Untuk mendeteksi gempabumi diperlukan jaringan pengataman darat yakni seismik dan jaringan GPS; untuk mendeteksi tsunami diperlukan jaringan pengamatan laut yakni buoys dan pasang surut (tide gauges). Data rekaman pengamatan darat dan laut dikirimkan ke Pusat Monitoring Nasional melalui komunikasi Satelit.

Pada saat gempabumi terjadi, gelombang gempabumi menjalar melalui lapisan dalam bumi dan direkam oleh jaringan Seismograph. Rekaman gempabumi digunakan untuk menentukan lokasi dan kekuatan sumber gempabumi. Apabila hasil analisa menunjukan bahwa parameter gempabumi yang terjadi memenuhi kriteria berpotensi menimbulkan tsunami (lokasi dilaut, magnitude > 7,0 SR dan kedalaman < 70 km) maka National / Regional Tsunami Warning Center (NTWC / RTWC) akan mengeluarkan dan menyebarkan Warning Potensi Tsunami terutama ke institusi interface yang selanjutnya akan menindaklanjuti dengan penyebaran melalui berbagai media termasuk aktivasi sirine. Warning potensi tsunami ditindaklanjuti dengan konfirmasi terjadinya tsunami berdasarkan data hasil deteksi tsunami oleh sensor Buoys ataupun Tide Gauge.


Gambar 11. Desain InaTEWS

Copyright ©2014
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika