Daftar Istilah atau Kata

Menuju Ke : A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z

 

A

Advisory

:

Status waspada dimana ketinggian tsunami diperkirakan kurang dari 0,5 meter.

 

Amp

:

Amplitudo, adalah besarnya simpangan fase gelombang yang tercatat, diukur dari puncak atas sampai puncak bawah (peak to peak) dalam mikron.

 

Astenosfer

:

Lapisan di bawah litosfer dan di atas mantel atas bumi.

 

Az

:

Azimuthal gap, adalah sudut gap antara stasiun stasiun pencatat gempa terhadap epicenter.

B

BAKO

:

Bakorsurtanal, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional adalah lembaga negara yang bertugas untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang survey dan pemetaan, dan saat ini berganti nama menjadi BIG (Badan Informasi Geospasial).

 

BPPT

:

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, adalah lembaga pemerintah non-departemen yang berada dibawah koordinasi Kementerian Negara Riset dan Teknologi yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi.

 

Buoys

:

Peralatan yang terapung di laut yang memiliki banyak kegunaan, dimana salah satunya untuk mendeteksi tsunami.

C

cPhase

:

Count Phase, adalah jumlah fase waktu tiba gelombang gempa yang digunakan.

D

Data observasi

:

Data yang diperoleh dari hasil pengamatan.

 

Date

:

Tanggal terjadinya gempabumi.

 

Deformasi

:

Perubahan bentuk, posisi, dan dimensi dari suatu benda

 

Diseminasi

:

Penyebaran informasi.

 

Dist

:

Distance, jarak.percepatan batuan dasar yang timbul akibat adanya gempa.

E

E-mail

:

Jenis telekomunikasi dengan menggunakan surat elektonik (surel).

 

Epicenter

:

Pusat gempa di permukaan bumi.

 

Estimasi waktu tiba

:

Perkiraan waktu tibagelombang tsunami di pantai.

 

Event

:

Peristiwa atau kejadian gempa.

 

Extreme

:

Guncangan sangat hebat setara dengan X+ MMI alat pengukur intensitas Potential damage: kerusakan yang dapat ditimbulkan

F

Fax

:

Faksimile, adalah jenis peralatan komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan dokumen dengan menggunakan suatu perangkat yang mampu beroperasi melalui jaringan telepon dengan hasil yang serupa dengan aslinya.

G

Gelombang badan

:

Gelombang seismik yang merambat melalui bagian dalam bumi.

 

Gempabumi Signifikan

:

Gempabumi yang dirasakan oleh masyarakat atau kekuatannya ≥ 5.5  SR.

 

GMT

:

Greenwich Mean Time, rata-rata waktu surya yang dilihat dari Observatorium Kerajaan di Greenwich, London, Inggris yang terletak di 0 derajat garis bujur.

 

GPS

:

Global Positioning System, adalah sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal satelit.

 

GTS

:

Global Telecommunication System, sistem telekomunikasi global.

H

Heavy

:

Berat.

 

Hipocenter

:

Pusat gempa di bawah permukaan bumi.

 

Hiposentrum

:

Titik di dalam bumi yang menjadi pusat gempabumi.

I

Instrumental intesity

:

Alat pengukur intensitas gempa.

K

Kedalaman

:

Kedalaman gempa dalam kilometer.

 

Kerak bumi

:

Lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudera dan kerak benua.

L

Latitude

:

Koordinat lintang geografi tempat terjadinya gempa ( ° ), Lintang Selatan  ((-) atau (S)) Lintang Utara ( tanpa tanda atau (N)).

 

Light

:

Getaran dirasakan namun ringan setara dengan IV MMI alat pengukur intensitas.

 

Likuifaksi

:

Perilaku tanah yang berubah seperti liquid (cair) akibat gempa.

 

Longitude

:

Koordinat bujur geografi tempat terjadinya gempa ( ° ).

M

Major warning

:

Status awas dimana ketinggian tsunami diperkirakan lebih dari 3 meter.

 

Mekanisme sumber

:

Mekanisme gaya atau  stress yang bekerja pada batuan di dalam bumi yang mengakibatkan terjadinya gempa .

 

Mitigasi

:

Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

 

M

:

Magnitudo.

 

Mag

:

Magnitudo, Kekuatan gempa dalam skala richter.

 

Mb

:

Magnitudo menggunakan gelombang badan perioda pendek.

 

mB

:

Magnitudo menggunakan gelombang badan (broad band) perioda panjang.

 

ML

:

Magnitudo menggunakan gelombang lokal dengan komponen horisontal.

 

MLv

:

Magnitudo menggunakan gelombang lokal dengan komponen vertikal.

 

Moda

:

Bentuk atau jenis telekomunikasi.

 

Moderate

:

Getaran dirasakan cukup kuat setara dengan V MMI alat pengukur intensitas.

 

Moho

:

Batas antara kerak dan mantel.

 

Momen seismik

:

Kuantitas yang digunakan oleh seismolog gempa untuk mengukur   ukuran gempabumi.

 

Mw

:

Magnitudo menggunakan moment seismik.

 

Mw(mB)

:

Magnitudo menggunakan integrasi ganda moment seismik dan gelombang badan broadband.

N

Net

:

Network, adalah jaringan stasiun pencatat gempabumi.

 

None

:

Tidak ada kerusakan.

 

Not felt

:

Getaran tidak dirasakan setara dengan I MMI alat pengukur intensitas.

P

Peak acc

:

Peak acceleration, adalah percepatan tanah.

 

Peak vel.

:

Peak velocity, kecepatan pergerakan tanah.

 

Pemutakhiran

:

Hasil analisa atau pengolahan data terbaru/terkini.

 

Per

:

Periode gelombang dalam detik.

 

Perceived shaking

:

Getaran/guncangan yang dirasakan.

 

PGA

:

Peak Ground Acceleration, adalah percepatan batuan dasar yang timbul akibat adanya gempa.

 

PGV

:

Peak Ground Velocity, adalah kecepatan batuan dasar yang timbul akibat adanya gempa.

Q

QC

:

Quality Control.

R

Region

:

Wilayah.

 

Repository

:

Tempat penyimpanan, database arsip.

 

Res

:

Residual, Selisih antara pembacaan dan perhitungan program.

 

RMS

:

Root Mean Square atau kuadrat rata rata, adalah nilai error perhitungan.

 

RMS-Err

:

Akar dari rata-rata kesalahan kuadrat dalam detik.

S

Sensor sistem

:

Sistem yang digunakan untuk mendeteksi gempa atau tsunami.

 

Sesar

:

Satu bentuk rekahan pada lapisan batuan bumi yg menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif terhadap blok yang lain.

 

Severe

:

Guncangan dirasakan parah setara dengan VIII MMI alat pengukur intensitas.

 

Shakemap

:

Peta yang menggambarkan getaran/guncangan tanah  yang diakibatkan oleh gempa.

 

Skala Modified Mercalli Instensity (MMI)

:

Ukuran kekuatan gempabumi berdasarkan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tersebut.

 

Smaj

:

Jarak stasiun terjauh dari episenter.

 

Smin

:

Jarak stasiun terdekat dari episenter.

 

Sms

:

Short Message Service, jenis telekomunikasi dengan isi pesan singkat menggunakan telepon genggam.

 

SR

:

Skala Richter, ukuran kekuatan gempabumi yang dihitung besarnya energi yang dilepaskan dari sumber gempa berdasarkan formula Richter di San Fransisco, California, United State.

 

Stat

:

Stasiun seismik, adalah stasiun pendeteksi gempabumi.

 

Strong

:

Guncangan dirasakan kuat setara dengan VI MMI alat pengukur intensitas

T

TG

:

Tide Gauge, alat yang digunakan untuk mengukur muka air laut.

 

Time

:

Waktu terjadinya gempa dalam GMT , WIB (GMT+7), WITA (GMT+8), WIT(GMT+9).

 

Type Mag

:

Tipe magnitudo atau jenis jenis magnitudo gempa.

V

Vel.

:

Velocity, adalah kecepatan gelombang seismik.

 

Very heavy

:

Sangat berat/parah.

 

Very light

:

Sangat ringan.

 

Very strong

:

Guncangan dirasakan sangat kuat setara dengan VII MMI alat pengukur intensitas.

 

Violent

:

Guncangan hebat setara dengan IX MMI alat pengukur intensitas.

W

Warning

:

Status siaga dimana ketinggian tsunami diperkirakan antara 0,5-3 meter.

 

Weak

:

Getaran dirasakan lemah setara dengan II-III MMI alat pengukur intensitas.

 

WIB

:

Waktu Indonesia bagian Barat.

 

WITA

:

Waktu Indonesia bagian Tengah.

 

WIT

:

Waktu Indoneseia bagian Timur.

 

WRS

:

Warning Receiver System, adalah sistem penerimaan warning.

 

WRS client

:

Penerima jasa layanan wrs.


Kembali ke atas

Copyright ©2017
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika